Yohanes 19:23 (TB) "Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian — dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja".
Pakaian Yesus Kristus saat disalibkan dijelaskan cukup jelas dalam Injil, khususnya dalam peristiwa Penyaliban Yesus.
1. Yesus ditanggalkan pakaiannya
Sebelum disalibkan, para prajurit Romawi menanggalkan pakaian Yesus. Ini adalah bagian dari penghinaan dan penderitaan yang Ia alami.
2. Pakaian dibagi oleh prajurit
Dalam Injil Yohanes 19:23–24 dijelaskan:
- Pakaian Yesus dibagi menjadi empat bagian oleh prajurit.
- Namun ada satu bagian khusus, yaitu jubah (tunik) yang:
- Tidak berjahit
- Ditenun dari atas sampai bawah (utuh satu bagian)
Karena jubah itu bernilai, mereka tidak merobeknya, tetapi: 👉 mengundi (melempar undi) untuk menentukan siapa yang mendapatkannya.
Ini juga menggenapi nubuat dalam Mazmur 22:18:
“Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.”
3. Kondisi Yesus di salib
Secara historis:
- Banyak ahli percaya Yesus kemungkinan disalibkan dalam keadaan hampir atau sepenuhnya telanjang, karena:
- Penyaliban Romawi memang bertujuan mempermalukan korban
- Pakaian biasanya diambil oleh prajurit sebagai bagian dari “upah”
Namun dalam banyak lukisan atau film, Yesus digambarkan masih memakai kain penutup pinggang (karena alasan kesopanan budaya).
Kesimpulan
- Yesus tidak mengenakan pakaian lengkap saat disalibkan
- Pakaiannya dibagi oleh prajurit
- Jubah-Nya yang tidak berjahit diundi
- Kemungkinan besar Ia disalibkan dalam keadaan sangat minim pakaian sebagai bentuk penghinaan
MAKNA PAKAIAN YESUS DIBAGI-BAGIKAN
Makna rohani dari pakaian Yesus Kristus yang dibagi-bagi saat Penyaliban Yesus sangat dalam dan sering dibahas dalam teologi Kristen. Peristiwa ini bukan sekadar kejadian fisik, tetapi mengandung simbol spiritual yang kuat.
1. Penggenapan nubuat (Allah berdaulat)
Peristiwa ini menggenapi Mazmur 22:18:
“Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan membuang undi atas jubahku.”
Artinya:
- Apa yang terjadi pada Yesus sudah dinubuatkan ratusan tahun sebelumnya
- Menunjukkan bahwa penderitaan-Nya bukan kebetulan, tetapi bagian dari rencana Allah
👉 Pesan rohani: Tuhan tetap berdaulat bahkan di tengah penderitaan.
2. Yesus dikosongkan (kerendahan total)
Ketika pakaian-Nya diambil:
- Yesus kehilangan segala sesuatu secara duniawi
- Ia menjadi telanjang dan direndahkan
Ini sejalan dengan Filipi 2:7:
Ia telah mengosongkan diri-Nya
👉 Maknanya:
- Yesus rela turun sampai titik paling rendah demi manusia
- Tidak mempertahankan kemuliaan-Nya
3. Menanggung rasa malu manusia
Dalam budaya Yahudi dan Romawi:
- Ketelanjangan = aib dan kehinaan
Yesus menanggung itu:
- Untuk menggantikan rasa malu akibat dosa manusia
👉 Makna rohani:
- Dosa manusia dipermalukan di salib
- Yesus mengambil posisi manusia yang berdosa
4. Jubah yang tidak terbelah (kesatuan)
Dalam Injil Yohanes 19:23–24:
- Jubah Yesus tidak berjahit (utuh)
- Tidak dibagi, tapi diundi
Makna simbolis:
- Melambangkan kesatuan
- Banyak teolog mengaitkannya dengan:
- Kesatuan tubuh Kristus (gereja)
- Karya keselamatan yang tidak terpecah
👉 Pesan:
- Apa yang Yesus kerjakan itu sempurna dan utuh
5. Kontras antara manusia dan Allah
Prajurit:
- Sibuk membagi pakaian (hal duniawi)
Sementara:
- Di atas salib, Yesus sedang menyelamatkan dunia
👉 Makna:
- Manusia sering fokus pada hal kecil
- Padahal Allah sedang mengerjakan hal besar
Kesimpulan rohani
Peristiwa pakaian Yesus mengajarkan bahwa:
- Allah menggenapi janji-Nya
- Yesus merendahkan diri sepenuhnya
- Ia menanggung malu dan dosa manusia
- Keselamatan yang Ia kerjakan itu utuh dan sempurna